CONTOH AKTA NOTARIIL

PENJAMINAN PERUSAHAAN (CORPORATE GUARANTEE)

[KOMPARISI PENJAMIN]
(untuk selanjutnya akan disebut juga “PENJAMIN”)
[KOMPARISI, LESSOR ATAU KREDITUR]
(untuk selanjutnya disebut “Lessor”)
Para penghadap bertindak untuk diri sendiri dan sebagaimana tersebut terlebih dahulu menerangkan dalam akta ini:
-Bahwa “PENJAMIN” mengikatkan diri untuk menjamin pembayaran semua jumlah uang yang sekarang atau dikemudian hari terhutang dan wajib dibayar oleh Perseroan Terbatas … (untuk selanjutnya dalam akta ini akan disebut juga “Lessee”) kepada “Lessor” atas fasilitas leasing sejumlah Rp. … dalam bentuk Finance Lease sebagaimana ternyata dari akta PERJANJIAN LEASING tertanggal … nomor …, yang dibuat dihadapan saya, Notaris, berikut segala perubahan-perubahannya, penambahan-penambahannya, perpanjangan-perpanjangannya dan pembaharuan-pembaharuannya, untuk selanjutnya dalam perjanjian ini disebut PERJANJIAN LEASING.
-Berhubung dengan hal-hal tersebut diatas, maka PENJAMIN menyetujui untuk memberikan jaminan untuk kepentingan Lessor berdasarkan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan sebagai berikut:
PASAL 1
PENJAMIN dengan ini menjamin dan berjanji secara tidak dapat ditarik kembali dan tanpa syarat untuk membayar sepenuhnya kepada Lessor atas permintaan pertama dari Lessor kepada PENJAMIN, semua jumlah-jumlah uang yang sekarang atau pada suatu waktu akan terhutang oleh Lessee kepada Lessor karena sebab apapun juga, baik karena Pengakuan Hutang, hutang pokok, bunga dan biaya-biaya lain, baik karena Jaminan Bank, surat-surat wesel, promesse, akseptasi atau surat dagang lainnya yang ditandatangani oleh Lessee sebagai acceptante, endossante, penarik atau avaliste atau berdasarkan apapun juga.
PASAL 2
PENJAMIN dengan ini melepaskan untuk kepentingan Lessor semua hak untuk dilunaskan lebih dahulu atau pembagian hutang (eerdere uitwinning en schuldsplitsing) dan segala hak utama dan eksepsi yang oleh Undang-Undang diberikan kepada seorang PENJAMIN, diantaranya tetapi tidak terbatas pada ketentuan-ketentuan ying disebut dalam pasal-pasal 1430, 1831, 1833, 1837, 1843, 1847,1848 dan pasal 1849 dari Kitab Undang-Undang Hukum Perdata Indonesia.
PASAL 3
Jaminan ini tidak dapat dianggap terpenuhi dengan pembayaran atau penyelesaian sebagian dari jumlah-jumlah uang yang terhutang oleh Lessee kepada Lessor akan tetapi adalah jaminan terus-menerus dan meliputi semua jumlah atau jumlah-jumlah uang yang sewaktu-waktu yang terhutang oleh Lessee kepada Lessor menurut PERJANJIAN LEASING atau karena sebab apapun juga. Jumlah yang pada suatu saat karena sebab apapun juga terhutang oleh Lessee kepada Lessor, baik berupa hutang pokok, bunga maupun biayabiaya lain, bagi PENJAMIN dan mereka yang menerima hak dari PENJAMIN (rechtsverkrijgenden) adalah suatu hutang yang tak terbagi (ondeelbare schuld).
PASAL 4
Pembukuan dari Lessor mengenai jumlah uang yang sewaktu-waktu terhutang oleh Lessee kepada Lessor dan yang wajib dibayar oleh Lessee kepada Lessor berdasarkan PERJANJIAN LEASING atau berdasarkan apapun juga merupakan bukti yang sempurna dan mengikat dalam segala hal terhadap PENJAMIN, baik di dalam Pengadilan atau dimanapun juga.
PASAL 5
PENJAMIN dengan ini menjamin Lessor :
a. bahwa PENJAMIN berhak penuh untuk membuat dan melaksanakan jaminan yang termaktub dalam akta ini dan jaminan ini merupakan kewajiban yang sah dan mengikat dari PENJAMIN yang dapat dilaksanakan berdasarkan syarat-syarat tersebut;
b. bahwa tidak ada perkara atau perkara administrasi dihadapan badan peradilan yang sekarang berjalan atau yang sepengetahuannya PENJAMIN dapat mempunyai pengaruh yang mengancam harta kekayaan PENJAMIN atau yang dapat mempunyai pengaruh yang tidak baik atas usaha dan/atau harta kekayaan dan/atau keadaan keuangan PENJAMIN.
c. bahwa PENJAMIN berjanji dan mengikatkan diri untuk memenuhi dan melaksanakan dengan sebagaimana mestinya tentang syarat dan ketentuan yang diatur dalam Pasal 88 [UUPT YANG LAMA UU NO.1 TAHUN 1995, sesuaikan dengan UU NO.40 TAHUN 2007] Undang-Undang Nomor 40/2007 tentang Perseroan Terbatas. Kelalaian pelaksanaan syarat dan ketentuan dimaksud diatas sepenuhnya dan tanggung jawab PENJAMIN sepenuhnya, dan untuk itu membebaskan Lessor dari segala akibat yang timbul.
PASAL 6
PENJAMIN dengan ini memberi kuasa yang tidak dapat ditarik kembali dan yang tidak akan berakhir karena sebab apapun yang tercantum dalam pasal 1813 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata Indonesia kepada Lessor untuk pada setiap saat membebani rekening PENJAMIN (bilamana ada) pada kantor Lessor atau pada setiap cabang kantor Lessor dimanapun juga, untuk memenuhi jaminan yang diberikannya berdasarkan akta ini, tanpa mengurangi setiap hak yang mungkin akan diperoleh oleh Lessor berdasarkan jaminan ini serta berdasarkan Undang-Undang dan berdasarkan setiap upaya hukum lain untuk mendapatkan kembali jumlah yang mungkin masih tersisa.
PASAL 7
Setiap pemberitahuan atau tagihan berdasarkan jaminan ini dianggap telah diterima secara sebagaimana mestinya kepada PENJAMIN dengan dikirimkannya pemberitahuan ataupun tagihan tersebut dengan pos yang ditujukan kepada PENJAMIN dengan alamat sebagai berikut:
… kecuali pemberitahuan tertulis terhadap perubahan alamat ini telah terlebih dahulu diberikan kepada Lessor.
Pemberitahuan kepada PENJAMIN dari Lessor dianggap diterima 48 (empat puluh delapan) jam setelah dimasukkan dalam pos dan adalah cukup bilamana ditandatangani oleh penjabat atau wakil dari Lessor dan pemberitahuan-pemberitahuan tersebut cukup dibuktikan dengan surat yang memuat tagihan tersebut diberi alamat sebagaimana mestinya dan dimasukkan dalam kantor pos.
PASAL 8
Pemberian Jaminan Perusahaan (Corporate Guarantee) yang diatur dalam akta ini tidak dapat diakhiri/dicabut oleh PENJAMIN tanpa persetujuan tertulis dari Lessor.
PASAL 9
PENJAMIN menerangkan bahwa untuk akta ini dan segala akibatnya serta pelaksanaannya, memilih tempat kedudukan hukum yang umum dan tetap di Kantor Panitera Pengadilan Negeri …
-PENUTUP AKTA.-

PERJANJIAN SEWA MENYEWA
Nomor: ….
– Pada hari ini,
– Berhadapan dengan saya, …………………..Sarjana Hukum, Notaris di ……………..,
dengan dihadiri oleh saksi-saksi yang telah dikenal oleh saya, ……., sarjana Hukum, Notaris di
………, yang berkedudukan di Soreang dengan dihadiri oleh saksi-saksi yang saya. Notaris kenal
dan nama-namanya akan disebut pada akhir akta ini :
1.
Selanjutnya akan disebut Pihak Pertama (Yang Menyewakan)
2.
Selanjutnya akan disebut Pihak Kedua (Penyewa)……… Para penghadap menerangkan lebih dahulu dalam akta ini bahwa Pihak Pertama telah menyewakan kepada Pihak Kedua yang telah menerima sewa dari Pihak Pertama :
Selanjutnya sewa menyewa ini dilangsungkan dengan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan sebagai berikut:
————————- Pasal 1
Sewa menyewa ini dilangsungkan untuk jangka waktu ……………………………..
tahun, dan akan dimulai pada tanggal demikian akan berakhir pada tanggal
————————- Pasal 2
Harga sewa untuk jangka waktu selama…………….. tahun tersebut sebesar………………………………………………………. jumlah uang mana telah dibayar oleh Pihak Kedua kepa-da Pihak Pertama sebelum penanda-tanganan akta ini, untuk penerimaan uang mana akta ini berlaku pula seba-gai tanda penerimaannya……………………………………
———————— Pasal 3
Penyewa telah menerima apa yang disewanya tersebut dalam keadaan terpelihara baik dan oleh karena itu pada waktu sewa menyewa ini berakhir, maka ia wajib untuk menyerahkan kembali dalam keadaan terpelihara baik pula…………………………………………………………….
———————— Pasal 4
Selama persewaan ini berlangsung Pihak Kedua tidak bertanggung jawab atas kerusakan atau kemusnahan yang mungkin terjadi pada apa yang disewakannya terse¬but, disebabkan oleh gempa bumi, kebakaran, keretakan pada dinding atau kerusakan pada konstruksi bangunan tersebut dan hal-hal lainnya diluar kesalahan Pihak Kedua atau karena bencana alam pada umumnya
————————- Pasal 5
Pihak Pertama menjamin Pihak Kedua tentang apa yang disewakannya tersebut betul adalah hak dan miliknya sendiri, tidak menjadi jaminan sesuatu hutang, dan bahwa selama sewa menyewa ini berlangsung, Pihak Kedua tidak akan mendapat tuntutan dan/atau gangguan dari pihak lain yang menyatakan mempunyai hak terlebih dahulu atau turut mempunyai hak atas apa yang disewa-kan tersebut, karenanya Pihak Kedua dengan ini dibebas-kan oleh Pihak Pertama mengenai hal-hal tersebut
————————- Pasal 6
Perjanjian sewa menyewa ini tidak akan berhenti sebelum jangka waktu tersebut dalam Pasal 1 berakhir dan juga tidak akan berhenti karena salah satu pihak meninggal dunia atau dipindahtangankannya secara bagaimanapun atas apa yang disewakan tersebut kepada pihak lain sebelum jangka waktu persewaan tersebut berakhir
Dalam hal salah satu Pihak meninggal dunia, maka para ahli waris yang meninggal dunia berhak atau diwajibkan untuk memenuhi ketentuan-ketentuan atau melanjutkan sewa menyewa ini sampai jangka waktu persewaan terse¬but berakhir, sedang dalam hal bangunan tersebut dipin-dahtangankan kepada pihak lain, maka pemilik baru atas apa yang disewakan tersebut harus tunduk kepada syarat-syarat dan ketentuan yang tercantum dalam akta ini
———————– Pasal 7
Pembayaran rekening telepon, air selama sewa menyewa ini berlangsung, wajib dipikul dan dibayar oleh Pihak Kedua, sedangkan Pajak wajib dipikul dan dibayar oleh
———————– Pasal 8
Pihak Kedua diperbolehkan untuk mengadakan peruba-han-perubahan dan/atau penambahan-penambahan pada ruangan tersebut sesuai dengan kebutuhan Pihak Kedua, asal saja tidak merusak atau merubah konstruksi bangu¬nan tersebut dengan ketentuan setelah jangka waktu persewaaan ini berakhir, maka segala perubahan dan/ atau penambahan pada bangunan tersebut menjadi hak dan miliknya Pihak Pertama, tanpa kewajiban untuk mem-bayar ganti rugi berupa apapun kepada Pihak Kedua, kecuali barang-barang dan/atau bahan-bahan yang sifat-nya tidak melekat pada dinding tetap menjadi milik Pihak Kedua
————————- Pasal 9
Pihak Kedua diwajibkan untuk memelihara apa yang dise-wanya tersebut dengan sewajarnya, atas biayanya sendiri, termasuk mengecat dinding-dinding yang menurut pertimbangan Pihak Kedua perlu dilakukan
Penjagaan kebersihan tempat air, pembuangan air dan W.C. (Water Closet) harus dilakukan oleh Pihak Kedua dan atas biaya
———————— Pasal 10
Pihak Kedua dilarang mempergunakan apa yang disewa-nya tersebut untuk keperluan lain, selain dari pada untuk
———————— Pasal 11
Pihak Kedua tidak diperkenankan dengan cara apapun juga mengulang sewakan atau mengalihkan hak sewanya tersebut, baik sebagian maupun seluruhnya kepada pihak lain, tanpa persetujuan tertulis terlebih dahulu dari Pihak Pertama
———————— Pasal 12
Pihak Kedua diwajibkan atas perongkosannya sendiri memenuhi segala ketentuan dari yang berwenang menge-nai orang yang menjalankan sesuatu usaha atau mendiami sesuatu rumah beserta pekarangannya
———————— Pasal 13
Dalam hal salah satu pihak berhendak untuk memperpan-jang jangka waktu sewa menyewa yang disebut dalam Pasal 1 dari akta ini, maka kehendaknya itu harus diberi-tahukan kepada dan mendapat persetujuan tertulis dari pihak lainnya, dalam waktu tiga bulan sebelum jangka waktu persewaan tersebut berakhir
————————- Pasal 14
Bilamana persewaan ini belum berakhir Pihak Kedua memutuskan persewaan tersebut, maka Pihak Kedua tidak berhak untuk meminta kembali uang sewa yang belum terpakai, dan menjadi miliknya Pihak Pertama yang tidak dapat ditagih kembali oleh Pihak Kedua dan diang-gap sebagai ganti rugi karena berakhirnya perjanjian ini.
———————— Pasal 15
Jikalau sewa menyewa ini berhenti karena habis jangka waktunya dan tidak dilanjutkan (disambung) lagi menurut ketentuan dalam Pasal 13 tersebut, maka Pihak Kedua diwajibkan untuk menyerahkan kembali kepada Pihak Pertama tentang apa yang disewanya tersebut dalam keadaan kosong (tidak dihuni oleh siapapun juga).
Jika Pihak Kedua tidak memenuhi kewajibannya tersebut, maka Pihak Kedua dianggap lalai, kelalaian mana dibuk-tikan dengan lewatnya waktu yang telah ditentukan terse¬but, sehingga tidak diperlukan teguran dengan surat juru sita atau surat-surat semacam itu, maka untuk tiap-tiap hari kelalaiannya Pihak Kedua dikenakan ganti rugi sebesar yang harus dibayar dengan seketika dan sekaligus lunas kepada dan ditempat/dikantor Pihak Pertama serta de¬ngan kwitansi dari Pihak Pertama atau wakilnya yang sah.
————————- Pasal 16
Tanpa mengurangi apa yang tersebut diatas dalam Pasal 14, tentang aturan ganti rugi maka Pihak Kedua sekarang ini juga untuk nanti pada waktunya yaitu dalam hal Pihak Kedua melalaikan kewajibannya untuk menyerahkan kem¬bali apa yang disewanya tersebut dalam keadaan kosong berikut kunci-kunci selengkapnya pada waktu sewa menyewa ini berakhir memberi kuasa kepada Pihak Pertama dengan hak substitusi dan asumsi untuk :
a. Mengeluarkan Pihak Kedua dan/atau pihak lain yang menempati ruangan tersebut;
b. Mengeluarkan semua barang dan perabot yang terda-pat didalam bangunan tersebut, baik kepunyaan Pihak Kedua maupun kepunyaan pihak lain
c. Jika perlu menghubungi dan dengan bantuan pihak yang berwajib untuk melaksanakan ketentuan sub (a) dan (b) tersebut;
d. Menjalankan segala tindakan yang perlu dan berguna agar dapat menerima kembali apa yang disewakan tersebut dalam keadaan kosong berikut kunci-kunci selengkapnya
Satu dan lainnya atas perongkosan dan risiko dari Pihak Kedua sepenuhnya
Akhirnya para pihak menerangkan ;
bahwa ongkos akta ini berikut salinannya dibayar oleh
Bahwa mengenai akta ini, pelaksanaannya dan segala akibat yang mungkin timbul dari akta ini, pihak-pihak telah memilih tempat kediaman hukum (domisili) yang umum dan tetap, di Kantor Panitera Pengadilan Negeri
Para Penghadap dikenal oleh saya, Notaris.
——————– DEMIKIANLAH AKTA INI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: